Perkembangan HAM

Perkembangan HAM pada masa sejarah

1. Perjuangan Nabi Musa membebaskan umat Yahudi dari perbudakan

2. Hukum Hamurabi di Babylonia yang memberi kebebasan kepada WN

3. Socrates, Plato dan Aristoteles peletak dasar HAM

4. Perjuangan Nabi Muhammad SAW membebaskan bayi dan wanita dari Quraisy

Perkembangan HAM di Inggris :

1. Tahun 1215 munculnya “Magna Charta” membatasi kekuasaan raja John yang bertindak sewenang-wenang kepada rakyat dan kaum bangsawan.

2. Tahun 1628 keluarnya “Petition Of Rights” yang berisi :

· Pajak dan pungutan istimewa harus disertai persetujuan

· W N tidak boleh dipaksakan menerima tentara dirumahnya

· Tentara tidak boleh menggunakan hukum perang dalam keadaan damai

1. Tahun 1679 muncul “Habeas Corpus Act”:UU yang mengatur tentang penahanan seseorang :

· Seseorang yang ditahan segera diperiksa dalam waktudua hari setelah penahanan

· Alasan penahanan seseorang harus disertai bukti yang sah menurut hukum

1. Tahun 1689, keluar “Bill of Rights” yang merupakan UU yang diterima Parlemen sbg perlawanan rakyat pada raja James II yang berisi :

· Kebebasan dalam pemilihan anggota parlemen

· Kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat.

· Pajak, UU, dan pembentukan tentara tetap harus seizin parlemen

· Hak WN untuk memeluk agama menurut kepercayaannya masing-masing

· Parlemen berhak untuk mengubah keputusan raja.

1. Perkembangan HAM di Inggris
Pemikiran HAM di Inggris lebih banyak dipengaruhi oleh ajaran empirisme.
dari Francis Bacon pada abad XVII. Menurut empirisme, pengetahuan itu hanya dapat
dibentuk melalui pengalaman sebagi sumbernya. Thomas Hobbes (1588-1679)
mengajarkan bahwa semua manusia itu memiliki sifat yang sama. Manusia dipandang
sebagai homo homini lupus yaitu naluri manusia itu bagaikan serigala untuk selalu
ingin mempertahankan dirinya sendiri, bersaing, dan saling menerkam sesamanya.
Konflik dan pertikaian akan muncul manakala manusia mengikuti nalurinya. Menurut
John Locke (1632-1704) supaya negara tidak sewenang-wenang, maka
kekuasaannya dipisahkan menjadi: (a) legislatif yaitu kekuasaan membuat undangundang,
(b) eksekutif yaitu kekuasaan untuk melaksanakan pemerintahan negara, (c)
federatif yaitu kekuasaan untuk menentukan perang dan damai. Ketiga kekuasaan
tersebut tidak boleh mencampuri satu dengan lainnya.
Pemikiran Locke kemudian dilanjutkan oleh J.J. Rousseau yang memandang
manusia itu sebagai makhluk alamiah. Dalam keadaan alamiah itu manusia memiliki
kebebasan, hak hidup, dan hak milik. Pemikiran beberapa tokoh tersebut di atas,
memberikan inspirasi untuk memperjuangkan HAM di Inggris. Menurut Magna
Charta (Al Hakim, 2002) membatasi kekuasaan Raja. Pada tahun 1629 masyarakat
mengajukan Petition of Right (petisi hak asasi manusia) yang berisi tentang pajak
yang dipungut kerajaan harus mendapat persetujuan parlemen Inggris. Pada tahun
1679 dibuatlah suatu ketentuan di dalam Habeas Corpus Act yang menyatakan
bahwa penangkapan terhadap seseorang hanya dapat dilakukan apabila disertai
dengan surat-surat yang lengkap dan sah. Ketentuan ini disusul aturan baru yaitu
pada tahun 1689 dibuat Bill of Right yang menyatakan bahwa pemungutan pajak
harus mendapat persetujuan parlemen dan parlemen dapat mengubah keputusan Raja.
Berbagai ketentuan HAM dan hukum tersebut bertujuan untuk membatasi kekuasaan
Raja agar tidak sewenang-wenang dan melindungi warga negara sebagai manusia.

Perkembangan HAM di AS

1. Diilhami oleh John Locke, tentang hak alam: hak hidup (life), hak kebebasan(liberty) dan hak milik(property); dasar ini yang dijadikan dasar pengakuan Declaration of Independence of The United States.

2. Perjuangan HAM di AS, karena rakyat berasal dari eropa sebagai emigran merasa tertindas kolonial Inggris. AS merdeka 4 Juli 1776 yang merupakan negara pertama yang menetapkan dan melindungi HAM dalam Konstitusinya.

2. Perkembangan HAM di Amerika
Bangsa Amerika berasal dari kaum imigran berbagai negara Eropa, Asia,
Afrika, dan Australia. Kaum imigran tersebut semula berpikir secara sempit untuk
kepentingannya sendiri. Mereka mempunyai kebiasaan dan pengalaman sendiri yang
dibawa dari negaranya. Keanekaragaman bangsa Amerika tersebut sebagai potensi
negara harus diterima dan diberdayakan demi kejayaan Amerika. Ketika Amerika
masih di bawah pemerintahan kolonial Inggris, masyarakat diperlakukan secara tidak
adil.
Pada tahun 1776 bangsa Amerika menyatakan kemerdekaan dari
pemerintahan kerajaan Inggris melalui Declaration of Independence. Rakyat Amerika
yang bersifat heterogen itu harus dapat hidup berdampingan secara damai. Hak-hak
asasi masyarakat harus dijamin dan dilindungi tanpa pengecualian. Simbol HAM dan
demokrasi itu diujudkan dengan patung liberty. Ketika sedang berkecamuk perang
dunia ke II, Presiden Franklin Delano Roosvelt dihadapan konggres Amerika (1941)
menyatakan ada empat kemerdekaan yaitu: (a) freedom of speech (kebebasan
berbicara dan berpendapat), (b) freedom of Religon ( kebebasan beragama), (c)
freedom from fear (bebas dari rasa takut) dan (d) freedom from want (bebas dari
kemiskinan).

Perkembangan HAM di Prancis

1. Perjuangan HAM dirumuskan dalam nas kah Pada Revolusi Prancis 1789, adalah ketidakpuasan rakyat dan kaum borjuis thd kelaliman raja Louis XVI. Naskah tsb. terkenal dengan Declaration des Droits de L’homme et Du Citoyen. Deklarasi ini menyatakan bahwa “HAM adalah hak-hak alamiah yg dimiliki manusia menurut kodratnya, yang tidak dapat dipisahkan dari hakekatnya dan karena itu bersifat suci

2. Revolusi Prancis terkenal sbg perjuangan HAM di eropa dengan semboyan Liberty, Egality, dan Fraternity (kebebasan, persamaan, dan persaudaraan)

3. Perkembangan HAM di Perancis
Pemikiran yang berkembang di Perancis lebih banyak bercorak rasionalisme,
artinya rasio dijadikan sumber dan ukuran untuk menentukan kebenaran. Rene
Descates mengatakan cogito ergo sum, artinya aku berpikir maka aku ada.
Keberadaanku ditentukan oleh cara berpikirku. Menurutnya hak asasi manusia
terletak pada kebebasan untuk berpikir dan berkehendak. Rasionalisme tumbuh subur
di Perancis dan dikembangkan lebih lanjut oleh Auguste Comte melalui tiga tahap:
Pertama, tahap theologis dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh kepercayaan
pada kekuatan adi kodrati. Kedua, tahap metafisis dimana kehidupan masyarakat
ditentukan oleh kekuatan berpikir rasional. Ketiga, tahap positif dimana kehidupan
masyarakat ditentukan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perjuangan bangsa Perancis dalam mewujudkan HAM ditandai dengan
dirobohkannya penjara Bastille, seraya mengumadangkan semboyan liberty
(kemerdekaan) equality (persamaan), dan egality (persaudaraan). Revolusi Perancis
(1789) dimulai dengan dideklarasikan Declaration des droits de`lHomme et du
Citoyen (deklarasi tentang hak asasi manusia dan penduduk). Deklarasi tersebut berisi
pernyataan bahwa manusia itu dilahirkan dalam keadaan bebas dan mempunyai
kedudukan yang sama.

4. Perkembangan HAM Afrika Selatan
Pelaksanaan HAM di Afrika Selatan sangat cepat sejak politik apparthide
dihapus dan pemerintahan dipegang oleh Nelson Mandela. Presiden kulit hitam
pertama yang pernah dipenjara selama 25 tahun ini menjadi simbol keberhasilan
perjuangan HAM di Afrika Selatan. Politik apparthide yang sangat diskriminatif
digantikan dengan kebebasan, keadilan, kesetaraan menjadi titik tolak kehidupan
HAM semakin baik. Warga kulit putih yang hanya 5 juta tidak lagi mendominasi
kehidupan berbangsa pendudukan 60 juta lebih yang berwarna kulit hitam.
5. Perkembangan HAM di Malaysia
Negara Malaysia memiliki dasar negara yang mirip dengan Indonesia.
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Malaysia didasarkan lima prinsip dasar yang
disebut dengan Rukun Negara. Kelima prinsip tersebut diintegrasikan ke dalam
seluruh ke berbagai bidang kehidupan. Berdasarkan rukun negara tersebut dapat
diketahui bahwa HAM di Malaysia sudah diletakkan ke dalam dasar negaranya.
HAM tersebut adalah hak berdemokrasi, kebebasan, keadilan, hak kelangsungan
hidup kebudayaan tradisional, menghormati keanekaragaman, hak untuk, hak untuk
menggunakan manfaat sains dan teknologi.
Pendidikan HAM untuk SD di Malaysia dilaksanakan secara terpadu.
Keterpaduan tersebut berupa pendidikan nilai yang berkaitan dengan diri, keluarga,
masyaraakat dan negara. Kemajuan ekonomi yang sangat pesat, menarik minat warga
negara asing untuk datang bekerja ke Malaysia. Dampak negatif dari tenaga kerja
asing tersebut juga meningkatkan angka kriminalitas, karena budaya yang dibawa
oleh para tenaga kerja asing dari negaranya berbeda-beda. Interaksi budaya yang
berbeda tidak sedikit menimbilkan pertentangan dan bahkan konflik kekerasan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s