Strategi Belajar Mengajar Matematika pada SMK N

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang Masalah

Matematika merupakan suatu ilmu pengetahuan yang memegang peranan penting dalam dunia pendidikan. Matematika ini diajarkan di berbagai jenjang pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP SMA sampai Perguruan Tinggi. Mengingat pentingnya peranan Matematika, maka guru harus berupaya besar dalam meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran Matematika, sehingga siswa berusaha untuk menyenangi pelajaran tersebut.

Di lapangan diketahui banyak sekali siswa yang menyatakan bahwa Matematika sulit, penuh hitungan dan pelajaran yang membosankan. Sehingga siswa malas untuk mengikuti pelajaran matematika dengan serius. Hal ini secara tidak langsung mengakibatkan hasil belajar siswa rendah.

Strategi dalam kaitannya dengan pembelajaran (matematika) adalah siasat atau kiat yang sengaja direncanakan oleh guru, berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar dan tujuannya yang berupa hasil belajar bisa tercapai secara optimal.

Untuk melihat pelaksanaan strategi belajar mengajar inilah melalui mata kuliah Telaah Matematika Pendidikan Menengah diadakan observasi ke Sekolah Menengah Kejuruan untuk belajar langsung bagaimana pelaksanaan strategi belajar mengajar matematika dilakukan. Obsevasi berupa wawancara/tanya jawab, masuk lokal melihat pelaksanaan strategi belajar mengajar  berlangsung dan diskusi.

  1. B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang dapat disimpulkan dan dijadikan sebagai acuan dalam Strategi Belajar Mengajar Matematika pada SMK N adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana guru melaksanakan Strategi Belajar Mengajar di kelas (pendekatan, metode, teknik, model) dalam pembelajaran matematika?
  2. Bagaimana guru merencanakan strategi belajar mengajar dalam pembelajaran matematika?
  3. Apakah pelaksanaan strategi belajar mengajar dalam pembelajaran matematika tersebut sudah sesuai dengan pelaksanaan strategi belajar mengajar yang seharusnya?
  4. Bagaimana tindak lanjut yang dilakukan guru terhadap hasil strategi belajar mengajar yang telah dilakukan?

  1. C. Rancangan Persiapan Cara Alat/Instrument Untuk Mendapatkan Data,Informasi Untuk Memecahkan Permasalahan
    1. Cara yang dapat dilakukan mendapatkan data dan informasi mengenai strategi belajar mengajar dalam pembelajaran matematika yaitu :
      1. Pengamatan atau observasi
      2. Wawancara atau interview dengan guru matematika
      3. Wawancara atau interview dengan siswa
      4. Alat yang dapat dipakai untuk mendapatkan data dan informasi mengenai evaluasi pembelajaran matematika berupa daftar hal-hal yang diamati selama observasi dan daftar pertanyaan yang diajukan dalam wawancara/interview baik dengan guru maupun dengan siswa.

Hal-hal yang diamati pada saat melakukan observasi diantaranya yaitu :

  1. Bagaimana kondisi kelas pada saat terjadinya proses belajar mengajar?
  2. Apakah proses belajar mengajar terpusat kepada guru atau siswa?
  3. Apa pendekatan, metode, teknik dan model pembelajaran yang digunakan oleh guru?
  4. Bagaimana sikap siswa pada saat guru memberikan materi?
  5. Apakah ada komunikasi dua arah antara guru dan siswa sehingga siswa dapat meningkatkan pemahaman siswa?

Rancangan pertanyaan yang akan diajukan pada wawancara dengan guru matematika:

  1. Bagaimana guru merencanakan dan mempersiapkan strategi belajar mengajar terhadap pembelajaran matematika?
  2. Seperti apakah bentuk pendekatan, metode, teknik dan model pembelajaran matematika yang diberikan guru kepada siswa?
  3. Apakah bentuk strategi belajar mengajar yang digunakan bervariasi yang disesuaikan dengan materi atau terpaku pada satu bentuk strategi belajar mengajar saja?
  4. Bagaimana suasana kelas pada saat dilaksanakan strategi belajar mengajar oleh guru?
  5. Jika dilihat dari pemahaman siswa manakah bentuk pendekatan, metode, teknik dan model pembelajaran matematika manakah yang paling cocok untuk diterapkan kepada siswa?

Rancangan pertanyaan yang akan diajukan pada wawancara dengan siswa?

  1. Strategi apa yang digunakan guru dalam mengajar matematika?
  2. Apakah guru menggunakan pendekatan, metode, teknik dan model yang bervariasi  dalam pembelajaran matematika?
  3. Bagaimanakah efek terhadap siswa dari bentuk strategi yang diterapkan? Apakah siswa menjadi lebih semangat/tertarik mempelajari matematika?
  4. Bentuk pendekatan, metode, teknik dan model  seperti apa yang paling disukai dan yang paling tidak disukai oleh siswa?
  5. Apakah siswa merasa kesulitan dengan bentuk strategi belajar mengajar yang diterapkan oleh guru?

  1. D. Tujuan Observasi

Tujuan kegiatan penelitian ini penulis lakukan adalah untuk :

  1. Untuk melihat bagaimana pelaksanaan strategi belajar mengajar dilakukan dari awal perencanaan sampai tindak lanjut dari hasil strategi yang telah dilakukan itu sendiri.
  2. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami pelajaran.
  3. Untuk mengetahui berbagai masalah yang dihadapi siswa SMK N  Padang dalam proses belajar mengajar.
  4. Sebagai persyaratan mata kuliah Telaah Matematika Pendidikan Menengah.
  5. Menjadikan pengalaman dan pertimbangan bagi penulis sebagai calon pendidik di masa datang dalam melaksanakan strategi belajar mengajar.
  6. E. Waktu Observasi

Observasi yang dilakukan di SMK N  Padang berupa tanya jawab/diskusi dan melihat proses evaluasi di kelas pada:

Hari pertama    :

Hari kedua       :

Hari ketiga        :

Hari keempat    :

BAB II

KAJIAN TEORI

  1. A. Pengertian

Strategi dalam kaitannya dengan pembelajaran (matematika) adalah siasat atau kiat yang sengaja direncanakan oleh guru, berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran agar pembelajaran berjalan lancar dan tujuannya yang berupa hasil belajar bisa tercapai secara optimal.

Strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru matematika sebelum melaksanakan pembelajaran matematika di kelas, biasanya dimuat secara tertulis, mulai dari Telaah Kurikulum, program penyusunan program tahunan, program semester, program stuan pembelajaran sampai dengan rencana pembelajaran.

Penyusunan program tahunan adalah strategi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas untuk kurun waktu satu tahun ajaran. Program saturwulan berisi uraian tentang strategi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas untuk kurun waktu satu catur wulan. Program satuan pelajaran (PSP) berisi tentang  strategi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas yang meliputi satu pokok bahsan yang terdiri dari beberapa sub pokok bahasan untuk beberapa kali pertemuan tatap muka. Program rencana pembelajaran (Renpel) atau RP berisi tentang strategi guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk waktu satu kali tatap muka.

Pendekatan (approach) pembelajaran matematika adalah cara yang ditempuh guru dalam pelaksanaan pembelajaran agar konsep yang disajikan dapat diadaptasikan oleh siswa.

Metode pembelajaran adalah cara menyajikan materi yang masih bersifat umum, misalnya seorang guru menyajikan materi dengan penyampaian dominan secara lisan dan sekali-kali ada tanya jawab.

Metode pembelajaran dimaksudkan sebagai pola interaksi siswa dengan guru di dalam kelas yang menyangkut strategi, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas.

  1. B. Pendekatan Pembelajaran Matematika
    1. a. Pendekatan Konstruktivisme

Dalam kelas konstruktivisme seorang guru tidak mengajarkan kepada anak bagaimana menyelesaikan persoalan, namun memepresentasikan masalah dan meng’encourage’ (mendorong) siswa untuk menemukan cara mereka sendiri dalam menyelesaikan permasalahan. Ketika siswa memberikan jawaban, guru mencoba untuk tidak mengatakan bahwa jawabannya benar atau tidak benar. Namun guru mendorong siswa untuk setuju atau tidak setuju kepada ide seseorang dan saling tukar menukar ide sampai persetujuan dicapai tentang apa yang dapat masuk akal siswa.

Di dalam kelas konstruktivis, para siswa diberdayakan oleh pengetahuannya yang ada dalam diri mereka. Mereka berbagi strategi dan penyelesaian, debat antara satu dengan lainnya, berfikir secara kritis tentang cara terbaik untuk menyelesaikan setiap masalah. Dalam konstruktivisme proses pembelajaran senantiasa ”problem centered approach” dimana guru dan siswa terikat dalam pembicaraan yang memiliki makna matematika yang merupakan ciri yang mendasari pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme.

  1. b. Tujuan Evaluasi

Tujuan evaluasi menurut beberapa ahli adalah :

  • Syaiful
    • Memperbaiki cara belajar dan mengajar, mengadakan perbaikan dan pengayaan bagi anak didik, serta menempatkan anak didik pada situasi belajar mengajar yang lebih tepat sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimilikinya
    • Untuk mempebaiki atau mendalami dan memperluas pelajaran, dan yang terakhir adalah untuk memberitahukan/ melaporkan kepada orang tua / wali anak didik mengenai penentuan kenaikan kelas dan penentuan kelulusan anak didik.
  • Muhibbin
    • Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu kurun waktu proses belajar tertentu.
    • Untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok kelasnya.
    • Untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar.
    • Untuk mengetahui hingga sejauh mana siswa telah mendayagunakan kapasitas kognitifnya untuk keperluan belajar.
    • Untuk mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah digunakan dalam proses belajar mengajar.

  • Menurut Anas Sudjiono
    • Tujuan Umum         :

–         Untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dalami oleh para peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.

–         Untuk mengetahui tingkat efektivitas dari metode- metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu.

  • Tujuan Khusus

–         Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan.

–         Untuk mencari dan menemukan faktor- faktor penyebab keberhasilan dan ketidakberhasilan peserta didk dalam mengikuti program pendidikan,sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara- cara perbaikannya.

  1. c. Fungsi Evaluasi

Menurut Slameto (2001: 15) fungsi evaluasi adalah :

  • Untuk mengetahui kemajuan belajar murid
  • Untuk mengetahui akademis seseorang siswa dalam kelompok/kelas
  • Untuk mengetahui penguasaan, kekuatan dan kelemahan seseorang siswa atas suatu unit pelajaran
  • Untuk mengetahui efisiensi metode mengajar yang digunakan
  • Untuk menunjang pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan di sekolah yang bersangkutan
  • Untuk memberi laporan kepada siswa dan orang tuanya
  • Merupakan bahan feedback bagi siswa, guru dan program pengajaran
  • Sebagai alat motivasi belajar-mengajar.

Menurut Anas Sudjiono fungsi evaluasi adalah :

  1. Secara Umum

–         Mengukur kemajuan

–         Menunjang penyusunan rencana

–         Memperbaiki/ menyempurnakan kembali

  1. Secara Khusus

–         Secara Psikologis

  • Bagi peserta didik         : Mengenal kapasitas dan status dirinya
  • Bagi pendidik               : Kepastian tentang hasil usahanya

–         Secara didaktik

  • Bagi peserta didik         : Dorongan perbaikan dan peningkatan prestasi
  • Bagi pendidik               :

ü      Fungsi diagnostik

ü      Fungsi penempatan

ü      Fungsi selektif

ü      Fungsi bimbingan

ü      Fungsi instruksional

–         Secara Administratif

  • Memberikan laporan
  • Memberikan data
  • Memberikan gambaran

Aspek-aspek Evaluasi

Ada tiga aspek atau ranah kejiwaan yang erat sekali kaitannya dengan evaluasi hasil belajar.

Ketiga ranah tersebut adalah :

  1. 1. Ranah Kognitif

Ranah kognitif adalah ranah yang menyangkut kegiatan mental (otak), yang terdiri dari :

  1. Pengetahuan, yaitu kemampuan seseorang untuk mengingat kembali tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunakannya.
  2. Pemahaman, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat.
  3. Aplikasi, yaitu kesanggupan seseorang untuk menerapkan ide-ide umum, prinsip-prinsip atau rumus-rumus.
  4. Analisis, yaitu kemmpuan seseorang untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya.
  5. Sintesis, yaitu prosdes yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis dari hasil analisis.
  6. Evaluasi merupakan kemampuan seseorang untuk memuat pertimbangan terhadap suatu situasi nilai atau ide.
  7. 2. Ranah Afektif

Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai.

Meliputi lima jenjang kemampuan yaitu :

  1. Menerima, berhubungan dengan kesediaan atau kemauan siswa untuk ikut dalm kegiatan kelas.
  2. Menjawab, berhubungan denagn partisipasi siswa
  3. Menilai, berhubungan dengan nilai yang dikenakan siswa terhadap suatu objek atau tingkah laku tertentu.
  4. Mengorganisasikan, menunjukkan kemampuan mengorganisasikan nilai dari berbagai nilai yang berbeda-beda.
  5. Membentuk watak, individu memiliki sistem nilai yang mengontrol tingkah lakuknya untuk suatu waktu yang cukup lama sehingga membentuk karakteristik.
  1. 3. Ranah Psikomotor

Ranah psikomotor adalah ranah yang berkaiatan dengan keterampilan atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar kognitif dan afektif akan menjadi hasil belajar psikomotor apabila siswa telah menunjukkan prilaku tertentu sesuai dengan makna yang terkandung dalam ranah kognitif dan afektif.

  1. C. Jenis-Jenis Evaluasi
    1. 1. Evaluasi Formatif

Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksankan setiap kali selesai mempelajari suatu unit pelajaran tertentu. Bermanfaat sebagai alat penilaian proses belajar mengajar suatu unit bhan pelajaran tertentu.

Hal –hal yang berhubungan dengan masalah evaluasi formatif adalah sebagai berikut :

  • Penilaian dilakukan pada setiap akhir satuan pelajaran.
  • Materi dari evaluasi formatif ini pada umumnya ditekankan pada bahan-bahan pelajaran yang telah diajarkan.
  • Penilaian formatif bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tujuan instruksional khusus pada setiap satuan pelajaran yang telah tercapai.
  • Dilakukan untuk mempergunakan tes hasil belajar, kuisioner ataupun cara lain yang sesuai.
  • Siswa dinilai berhasil dalam penilai formatif jika mencapai taraf penguasaan sekurang-kurangnya 75% dari tujuan yang hendak dicapai.

Tindak lanjut yang perlu dilakukan setelah diketahuinya hasil evaluasi formatif adalah:

  • Jika materi yang diteskan itu telah dikuasai dengan baik, maka pembelajaran dilanjutkan dengan pokok bahasan baru.
  • Jika ada bagian- bagian yang belum dikuasai, maka sebelum dilanjutkan dengan pokok bahasan baru, terlebih dahulu diulangi atau dijelaskan lagi bagian- bagian yang belum dikuasai oleh peserta didik.

  1. 2. Evaluasi Diagnostik

Evaluasi diagnostik bertujuan mendiagnosis kesulitan belajar siswa untuk mengupayakanperbaikannya. Sepintas lalu tampaknya seperti tes formatif, namun penyusunanya sangat berbeda dari tes formatif atau tes lainnya. Karena tujuannya adalah untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa, maka harus terlebih dahulu diketahui bagian mana dari pengajaran yang memberikan kesulitan belajar bagi siswa.

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian evaluasi sumatif adalah:

  • Butir – butir soal dibuat lebih memusatkan pada bagian mana yang belum diketahui siswa, atau dibuat untuk melihat pemahaman siswa terhadap pokok bahasan atau subpokok bahasan tertentu.
  • Untuk tiap unit dalam pokok bahasan atau subpokok bahasan yang belum dikuasai itu dibuatkan beberapa soal yang tingkat kesukarannya lebih rendah.
  1. 3. Evaluasi Subsumatif/sumatif

Evaluasi subsumatif ialah penilaian yang dilaksanakan setelah beberapa satuan pelajaran diselesaikan, dilakukan pada perempat atau tengah semester. Sedangkan evaluasi sumatif adalah penilaian yang dilaksanakan setiap akhir pengajaran suatu program atau sejumlah unit pelajaran tertentu. Evalausi sumatif bermanfaat untuk menilai hasil pencapaian siswa terhadap tujuan suatu program pelajaran dalam periode tertentu, seperti setiap semester atau akhir tahun pelajaran.

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian evaluasi sumatif adalah :

  • Siswa dinilai berhasil dalam mata pelajaran tertentu selama satu semester apabila nilai rapor mata pelajaran tersebut sekurang-kurangnya 6.
  • Penilaian sumatif dilakukan dengan mempergunakan tes hasil belajar, kuisioner ataupun cara lainnya yang sesuai dengan menilai ketiga ranah yakni kognitif, afektif dan psikomotor.
  • Hasil penilaian sumatif/sumatif menyatakan dalam skala nilai 0-10.

Yang menjadi tujuan evaluasi sumatif adalah untuk menentukan nilai yang melambangkan keberhasilan peserta didik setelah mereka menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu, sehingga dapat ditentukan:

  • Kedudukan dari masing- masing peserta didik di tengah- tengah kelompoknya,
  • Dapat atau tidaknya peserta didik untuk mengikuti program pengajaran berikutnya(yang lebih tinggi), dan,
  • Kemajuan peserta didik, untuk diinformasikan kepada pihak  orang tua, petugas bimbingan dan konseling, lembaga- lembaga pendidikan lainnya, atau pasaran kerja, yang tertuang dalam bentuk Rapor atau Surat Tanda Tamat Belajar.
  1. 4. Evaluasi Kokurikuler

Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang dilakukan diluar jam pelajaran yang telah dijatahkan dalam struktur program berupa penugasan-penugasan atau pekerjaan rumah. Evaluasi kokurikuler adalah kegiatan yang berhubungan denagn hal-hal berikut :

  • Penilaian kokurikuler dilakukan setelah siswa selesai mengerjakan setiap tugas yang diberikan.
  • Hasil penilaian kokurikuler dinyatkan dalam skala nilai 1-10.
  • Penilaian dapat dilakukan perorangan.
  • Nilai kokurikuler diperhitungkan untuk nilai rapor.
  1. 5. Evaluasi Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran yang dilakukan di sekolah ataupun diluar sekolah. Yang menjadi bidang garapan evaluasi ekstrakuler adalah :

  • Penilaian ekstrakurikuler terutama dilakukan terhadap hasil kegiatan ekstrakurikuler, antara lain berupa :
    • Kegiatn PKS (Patroli Keamanan Sekolah)
    • Kegiatan Pramuka
    • Kegiatan PMR (Palang Merah Remaja)
    • Penilaian ekstrakurikuler didasarkan atas hasil pengamatan guru yang ditunjuk oleh kepala sekolah.
    • Hasil penilaian ekstrakurikuler dinyatakan secara kualitatif.
    • Hasil penilaian merupakan bahan pertimbangan kumulatif siswa untuk kegiatan ekstrakurikuler.
  1. D. Instrumen Evaluasi

Bentuk-bentuk instrumen secara umum dapat digolongkan menjadi dua yaitu :

  1. 1. Tes

Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan..

Ditinjuan dari segi pelaksanaannya tes terdiri dari :

  1. a. Tes Tertulis

Soal-soal tes dituangkan dalam bentuk tertulis dan jawaban yang diinginkan juga dalam bentuk tertulis.

Tes tertulis meliputi :

  • Tes Uraian

Tes ini digunakan jika guru ingin mengungkapkan pemahaman siswa dan kemampuan siswa dalam mengkomuniksikan ide atau konsep serta prinsipnya yang telah dipelajarinya serta mengungkapkan kemampuan mengapilikasikan konsep atau prinsip tersebut.

Ada 2 jenis tes bentuk uraian :

  1. i.      Tes uraian bentuk bebas atau terbuka.
  2. ii.      Tes uraian bentuk terbatas.
  • Tes Objektif

Yaitu semua bentuk tes yang mengharuskan memilih diantara kemungkinan-kemungkinan jawaban-jawaban yang telah tersedia, memberi jawaban singkat, atau mengisi jawaban pada kolom titik-titik yang disediakan.

Tes objektif terdiri dari :

  1. i.      Soal objektif jawaban bebas (free respon item)

Tes ini menuntut jawaban singkat jika perlu hanya terdiri dari satu kata, dan hanya ada satu jawaban yang benar.

¨      Tes objektif jawaban singkat (short-answer)

¨      Completion test

  1. ii.      Soal objektif jawaban terbatas(fixed-respon item)

Pada tes ini, butir-buitr soal yang diberikan disertai dengan alternative jawaban sehingga peserta tes tinggal memilih satu dari alternative yang disediakan.

¨      Tipe benar salah

¨      Pilihan ganda (mulyiple choice test)

¨      Menjodohkan (matching)

¨      Rearrangement exercises

  1. b. Tes Lisan

Merupakan alat penilaian yang pelaksanaanya dilakukan dengan tanya jawab secra langsung untuk mengetahui kemampuan-kemampuan berupa proses berfikir siswa dalam memecahkan suatu masalah, mempertanggungjawabkan pendapat, penggunaan bahasa dan penguasaan materi pelajaran.

  1. c. Tes Tindakan

Wujud soal tesnya adalah pemberian perintah atau tugas yang harus dilaksanakn oleh guru, dan cara penilaiannya dilakukan terhadap proses penyelesaian tugas dan hasil akhir yang harus dicapai setepalh melaksanakan tugas tersebut.

  1. 2. Non Tes

Beberapa aspek kemampuan siswa tidak dapat diukur secara kuantitatif, misalnya aspek afektif dan aspek psikomotor yang meliputi sikap, kebiasaan, kerjasama, kejujuruan, tanggungjawab, kerajinan dan sebagainya. Untuk mengukur aspek-asoek itu dapat digunakan alat evaluasi non tes.

Yang termasuk alat evaluasi non tes diantaranya :

  • Skala bertingkat

Skala menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap suatu hasil pertimbangan. Suatu skala disajikan dalam bentuk angka

  • Catatan anekdota

Suatu catatan faktual dan seketika tentang peristiwa, kejadian, gejala atau tingkah laku yang spesifik dan menarik, yang dilakukan siswa secara individual atau kelompok.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang pencatatan anekdota

1)      Catatan tersebut harus sungguh- sungguh objektif

2)      Dilaksanakan secara selektif, artinya yang dicatat hanyalah peristiwa yang berkaitan dengan tujuan.

Pada pokoknya ada dua jenis catatan ini, yakni catatan anekdota insidental dan insidental periodik

Catatan anekdota insidental digunakan untuk mencatat peristiwa yang terjadi tidak terus- menerus. Sedangkan, catatan insidental periodik digunakan untuk mencatat peristiwa- peristiwa yang terjadi insidental dalam suatu periode tertentu.

Catatan anekdota  memiliki kekuatan dan kelemahan:

Kekuatan Catatan anekdota  antara lain:

–   Anekdota yang tidak dapat diperoleh melalui pengukuran sistematis ini dapat mencata peristiwa seketika yang berarti bagi perkembangan siswa.

–   Hasil pengamatan yang diperoleh bersifat asli dan objektif .

–   Dapat dipakai untuk memahami siswa dengan lebih tepat.

Kelemahan Catatan anekdota  antara lain:

–   Taraf reliabilitas catatan anekdota rendah.

–   Menuntut banyak waktu dan kesabaran dalam menanti munculnya suatu peristiwa, yang apabila muncul harus dicatat seketika.

–   Apabila pencatatan tidak dilakukan seketika, objektivitas catatan bisa berkurang.

  • Angket /Kuesioner

Kuesioner sering disebut angket. Kuesioner adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisikan oleh orang yang akan diukur.

Pada pokoknya angket dibagi menjadi dua, berdasarkan cara menjawab pertanyaan dan bagaimana jawaban diberikan.

Ditinjau dari cara menjawab pertanyaannya, angket dapat dibagi dua: angket terbuka dan tertutup.

–   Angket terbuka atau tak berstruktur adalah angket yang disusun sedemikian rupa, sehingga responden secara bebas dapat memberikan jawabansesuai dengan bahasanya sendiri.

–   Angket tertutup atau berstruktur adalah angket yang disusun sedemikian rupa, sehingga responden tinggal memilih jawaban yang disediakan.

Ditinjau dari jawaban yang diberikan, angket dapat dibagi menjadi dua, angket langsung dan tidak langsung.

–   Angket langsung adalah angket yang dikirim kepada responden dan langsung diisinya.

–   Angket tak langsung adalah angket yang dikirim kepada responden dan dijawab oleh orang yang bukan diminta keterangannya.jadi responden menjawab pertanyaan tentang orang lain.

Angket memiliki kekuatan dan kelemahan

Kekuatan angket

–   Angket dapat diberikan kepada sejumlah besar responden tanpa kehadiran penilai.

–   Cara menjawab angket disesuaikan dengan kesempatannya sendiri dan sejujurnya.

–   Data jawaban responden lebih mudah diolah, karena pernyataan yang diberikan kepada responden sama.

Kelemahan angket

–   Karena angket merupakan daftar pertanyaan tertulis, jawaban hanya dapat diberikan oleh diberikan oleh responden yang dapat membacanya.

–   Angket yang dikembalikan tidak mencapai jumlah yang diharapkan dan dibutuhkan waktu yang cukup lama.

–   Apabila pertanyaan tidak disusun dengan baik, jawaban- jawaban yang dihasilkan tidak objektif.

  • Daftar cocok (check list)

Daftar cocok adalah deretan pertanyaan (yang biasanya disingkat-singkat) dimana respon yang dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok ( Ö ) ditempat yang telah disediakan.

Daftar cek bertujuan untuk mengetahui apakah gejala yang berupa pernyataan yang tercantum dalam daftar cek ada atau tidak ada pada seseorang individu atau kelompok.

Daftar cek memiliki kekuatan antara lain sangat supel untuk mengecek kemampuan yang tampak dalam berbagai tingkah laku/ pernyataan hasil belajar dari berbagai mata pelajaran. Sedangkan salah satu kelemahannya adalah bahwa mutu daftar cek sangat tergantung pada kejelasan pernyataan- pernyataan dalam daftar cek, keutuhan pernyataan sebagai bagian menyeluruh dari kemampuan yang akan diukur dan kemampuan pengamat untuk menandai ada tidaknya suatu gejala/ pernyataan.

  • Wawancara

Wawancara atau interview adalah suatu metode atau cara yang sering digunakan untuk mendapatkan jawaban dari respon dengan jalan tanya-jawab sepihak.

Ditinjau dari bentuk pertanyaan, maka wawancara dapat dibagi menjadi tiga.

1)      Wawancara dengan pertanyaan berstruktur atau tertutup

Suatu wawancara di mana pertanyaan- pertanyaan dan kemungkinan jawaban- jawabannya telah disediakan oleh interviewer, sehingga jawaban dari interviewee tinggal dikelompokkan kepada kemungkinan jawaban yang telah tersedia.

2)      Wawancara dengan pertanyaan tak berstruktur atau terbuka atau bebas

Suatu wawancara di mana pertanyaan- pertanyaan yang disediakan memberi kebebasan interviewee untuk menjawabnya atau mengemukakan pendapatnya.

3)      Wawancara dengan pertanyaan bentuk kombinasi

Suatu wawancara di mana pertanyaan- pertanyaan yang disediakan merupakan kombinasi antara pertanyaan berstruktur dengan pertanyaan tak berstruktur.

Kekuatan dan kelemahan wawancara :

–         Kekuatan

Apabila suatu wawancara dipersiapkan dengan baik, wawancara merupakan suatu alat pengukur yang baik untu menekatu tingkah laku manusia.

Pelaksanaannya dapat lebik fleksibel dan dinamis

Menimbulkan hubungan baik antara interviewee dan interviewer

–         Kelemahan

Keberhasilan wawancara sangat tergantung pada kerelaan, kesediaan, kemampuan dan penyesuaian secara emosional dari interviewee untuk menerima dan kerjasama yang baik dengan interviewer.

Hasil wawancara sangat dipengaruhi oleh penguasaan bahasa interviewer dan interviewee.

Karena wawancara dilaksanakan secara individual, relatif dibutuhkan banyak waktu, tenaga, biaya terutama apabila jumlah intervieweenya besar.

Hasil wawancara banyak tergantung pada kemampuan dan faktor subjektif dari interviewer dalam menggali, mencatat dan menafsirkan setiap jawaban interviewee

Kesan umum interviewer terhdap interviewee dapat mempengaruhi hasil wawancara.

  • Pengamatan (observation)

Pengamatan atau observasi adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis.

Sifat- sifat observasi yang baik:

v     Tujuan pelaksanaannya harus telah direncanakan secara sistematis.

v     Obsevasi harus dilaksanakan sesuai dengan tujuan pelaksanaan observasi

v     Hasil observasi harus dicatat dan diolah secara sistematis

v     Observasi harus dilaksanakan secara kontinu.

Ditinjau dari sudut cara dan tujuan suatu observasi dilaksanakan , jenis observasi dapat dibagikan menjadi:

  1. Observasi sistematis dan observasi non sistematis

Observasi sistematis adalah observasi yang dilakukan dalam mempergunakan pedoman observasi sebagai instrumen pengamatan. Sedangkan observasi non sistematis adalah observasi yang dilakukan tanpa memperginakan pedoman observasi sebagai instrumen pengamatannya.

  1. Observasi partisipatif dan non partisipatif

Observasi partisipatif adalah observasi yang dilakukan pengamat dengan ikit serta dalam kegiatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang diamati. Sedangkan  Observasi non partisipatif adalah observasi yang dilakukan pengamat tanpa ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan individu atau kelompok yang diamati.

  1. Observasi eksperimental

Observasi eksperimental adalah observasi yang dilakukan secara sistematis tetapi non partisipatif.

Observasi memiliki kekuatan dan kelemahan

Kekuatan observasi antara lain:

–   Pemunculan gejala dan pencatatannya dapat dilakukan sekaligus oleh pengamat.

–   Dapat direkam atau dicatat berbagai tingkah laku siswa yang dibutuhkan.

–   Dalam pelaksanaan, pengamat tidak perlu menggunakan bahasa secara dominan dalam berkomunikasi dengan gejala- gejala yang diamati.

–   Hasil observasi dapat dipakai sebagai alat kontrol data yang diperoleh dengan teknik yang lain.

Kelemahan observasi antara lain:

–   Pelaksanaan observasi banyak tergantung pada faktor- faktor yang tidak dapat dikontrol sebelumnya sehingga hasilnya kurang reliabel.

–   Tingkah laku sering tidak asli lagi, apabila yang diamati mengetahui bahwa tingkah lakunya sedang diamati.

–   Observasi tidak dapat mengungkap seluruh aspek tinkah laku, khususnya yang bersifat pribadi.

  1. E. Teknik Pelaksanaan Evaluasi
    1. Tes Tertulis

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan tes tertulis menurut Sudijono (2001:151:157) :

  • Ruangan yang disediakan harus tenang
  • Posisi duduk siswa harus jarang tidak boleh rapat.
  • Ruang tes sebaiknya memiliki sistem pencahayaan yang baik.
  • Ruangan tes tersedia meja tulis atau kursi dengan alas tempat duduk.
  • Soal tes diletakkan terbalik saat dibagikan.
  • Dalam mengawasi jalannya tes guru harus berlaku wajar.
  • Sebelum tes sebaiknya diberitahukan sanksi bagi siswa yang melakukan kecurangan.
  • Sebagai bukti mengikuti tes, harus disiapkan daftar hadir yang harus ditandatangani peserta didik.
  • Jika waktu yang ditentukan telah habis, peserta didik diminta menghentikan pekerjaannya dan mengumpulkan lembar jawabannya.
  1. Tes Lisan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan tes lisan menurut Sudijono (2001:154-156) :

  • Adanya inventarisasi berbagai jenis soal yang akan diujukan.
  • Setiap soal yang diajukan sudah ditetapkan jawaban betulnya.
  • Setiap diberi soal, siswa langsung menjawab dan pada saat itu juga dilakukan penskoran.
  • Tes tidak boleh menyimpang menjadi diskusi.
  • Penguji tidak dibenarkan memberikan bantuan atau membimbing.
  • Tes lisan berlangsung wajar tanpa ada tekanan dari penguji.
  • Waktu dalam menjawab soal harus seimbang untuk setiap peserta tes.
  • Pertanyaan harus bervariasi.
  • Tes berlangsung secara individual.
  1. Tes Tindakan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan tes tindakan menurut Sudijono (2001:156-157) :

  • Cara yang ditempuh oleh peserta tes dalam menyelesaikan tugas harus diamati dengan teliti.
  • Penguji jangan berbicara atau berbuat sesuatu sehingga dapat mmpengaruhi peserta tes.
  • Mempersiapkan instrumen berupa lembar penilaian yang berisi hal-hal yang harus diamati dan diberikan penilaian.


BAB III

HASIL PENGAMATAN

Penulis melakukan pengamatan di kelas VII.1 dan VII.2 SMP Negeri 3 Padang mengenai pelaksanaan evaluasi belajar siswa.

Dalam observasi tersebut penulis melakukan beberapa pengamatan langsung.

  1. Dalam pengamatan langsung ini penulis melakukan beberapa pengamatan yaitu :
    • Pengamatan proses evaluasi
    • Wawancara dengan guru
    • Wawancara dengan siswa
  2. Pengamatan tidak langsung
    • Analisis dokumen

Hasil observasi yang telah penulis lakukan diantaranya :

  1. Pengamatan Langsung Proses Evaluasi

a. Pengamatan Proses Evaluasi

  1. a. Pengamatan proses evaluasi (ulangan harian)

Untuk kelas VII.2 ulangan harian dilakukan pada :

Hari                              : Selasa

Tanggal                        : 4  November 2008

Materi yang diujikan     : Pecahan

Untuk kelas VII.1 ulangan harian dilakukan pada :

Hari                              : Rabu

Tanggal                        : 5 November 2007

Materi yang diujikan     : Pecahan

  • Kelas VII.2

Dari pengamatan yang dilakukan, penulis dapat mengetahui beberapa proses pelaksanaan evaluasi yaitu :

  1. i.      Proses sebelum evaluasi dilakukan

Ujian dilaksanakan pada jam pertama dan kedua. Pada awal masuk, ketua mengkomando teman-temannya untuk membaca do’a sebelum belajar secara bersama-sama. Kemudian guru memberitahu bahwa hari ini akan diadakan ujian sebagaimana yang telah dijanjikan pada pertemuan sebelumnya.

Sebelum ujian dimulai guru terlebih dahulu meminta siswa menyimpan semua buku yang berhubungan dengan mata pelajaran matematika yaitu catatan, latihan, buku tugas, buku kuis, buku pegangan/paket dan LKS. Dan guru menyediakan 2 buah kertas sebagai lembar jawaban dan buram. Posisi duduk siswa sama seperti posisi duduk saat belajar. Suasana tenang saat guru meminta siswa agar menyediakan alat tulisnya yang diperlukan dalam ulangan harian agar tidak terjadi pinjam-meminjam.

Soal ujian berbentuk essay berjumlah 8 buah soal yang telah difotocopy sebanyak jumlah siswa. Soal dibagi atas soal A dan soal B. Soal dibagikan kepada siswa dengan cara mengirim dari depan ke belakang. Seorang siswa akan menerima soal yang berbeda dengan teman sebelah kiri, kanan, muka dan belakangnya. Siswa diminta untuk membuat nama, kelas, tanggal dan hari pada lembar jawabannya.

  1. ii.      Proses berlangsungnya evaluasi

Siswa mengerjakan soal dengan tenang. Pada proses ujian masih ada siswa yang bertanya tentang maksud soal kepada temannya. Lalu guru mengingatkan agar apabila ada pertanyaan tentang soal untuk bertanya langsung kepada guru.

Pada saat berlangsung ujian tiba-tiba ada guru yang datang yang memberitahukan bagi siwa yang ingin membayar uang SPP pada hari itu agar memberikannya pada saat itu. Hal ini sedikit mengganggu konsentrasi siswa dalam menjawab soal. Tapi guru mengingatkan untuk tetap berkonsentrasi dalam mengerjakan soal.

Saat mengerjakan soal, ada yang serius menjawabnya, ada yang melamun, memainkan alat tulis, gelisah, menguap sehingga terkesan mengantuk.

Guru memperhatikan siswa yang sedang ujian sesekali menegur siswa yang dicurigai mencontek kepada temannya. Saat pertengahan waktu ujian, ada siswa yang ketahuan mencontek. Guru langsung mangambil kertas jawabannya dan memberitahu untuk mengulang ujiannnya lagi.

Guru memberitahu bahwa waktu ujian tinggal 20 menit lagi terlihat sudah ada siswa yang sudah selesai mengerjakan soal dan memeriksa kembali jawabannya. Saat waktu ujian habis, guru meminta siswa meletakan lembar jawabannya di pojok sebelah kiri dan lembar jawabannya ditutup.

  • Kelas VII.1

Kelas ini sedikit berbeda dengan kelas sebelumnya, kelas ini merupakan kelas excellent untuk kelas VII pada SMP N 3.

  1. i.      Proses sebelum evaluasi dilakukan

Ujian dilaksanakan pada jam pertama dan kedua. Pada awal masuk, ketua mengkomando teman-temannya untuk membaca do’a sebelum belajar secara bersama-sama. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan pekerjaan rumahnya. Lalu guru menyuruh kepada siswa yang mengerjakan PR di sekolah atau tidak mengerjakan agar memberi tanda pada kertas PRnya. Kemudian guru memberitahu bahwa hari ini akan diadakan ujian sebagaimana yang telah dijanjikan pada pertemuan sebelumnya.

Sebelum ujian dimulai guru terlebih dahulu meminta siswa menyimpan semua buku yang berhubungan dengan mata pelajaran matematika yaitu catatan, latihan, buku tugas, buku kuis, buku pegangan/paket dan LKS. Dan guru menyediakan 2 buah kertas sebagai lembar jawaban dan buram. Posisi duduk siswa sama seperti posisi duduk saat belajar. Suasana tenang saat guru meminta siswa agar menyediakan alat tulisnya yang diperlukan dalam ulangan harian agar tidak terjadi pinjam-meminjam.

Soal ujian berbentuk essay berjumlah 6 buah soal yang telah difotocopy sebanyak jumlah siswa. Soal dibagi atas soal A dan soal B. Soal dibagikan kepada siswa dengan cara mengirim dari depan ke belakang. Seorang siswa akan menerima soal yang berbeda dengan teman sebelah kiri, kanan, muka dan belakangnya. Siswa diminta untuk membuat nama, kelas, tanggal dan hari pada lembar jawabannya.

  1. i.            Proses berlangsungnya ujian

Proses ujian pada kelas VII.1 tidak terlalu memilki perbedaan dengan kelas VII.2. Pengawasan guru pada saat ujian tidak terlalu ketat karena terlihat siswa sangat tenang dalam mengerjakan dan mengerti dengan maksud soal. Siswa mengerjakan soal dengan tenang.

Guru memberitahu bahwa waktu ujian tinggal 20 menit lagi terlihat sudah ada siswa yang sudah selesai mengerjakan soal dan memeriksa kembali jawabannya. Saat waktu ujian habis, guru meminta siswa meletakan lembar jawabannya di pojok sebelah kiri dan lembar jawabannya ditutup.

  1. b. Pengamatan proses evaluasi (proses belajar)

Untuk kelas VII.2 dilakukan pada :

Hari                              : Selasa

Tanggal                        : 18  November 2008

Materi yang dipelajari   : Perkalian, pemangkatan dan pembagian

aljabar suku tinggi.

  • Kelas VII.2

Pada awal masuk, ketua mengkomando teman-temannya untuk membaca do’a sebelum belajar secara bersama-sama.Pada awal pembelajaran,guru memberikan tes awal berupa tanya jawab untuk mengingatkan siswa tentang materi sebelumnya yang masih berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.

Kondisi saat terjadi pembelajaran tenang. Guru menerangkan pelajaran dan siswa mendengarkan pelajaran dengan antusias. Pada saat pemberian latihan, siswa dengan semangat mengerjakan tugas  latihannya. Setelah  siswa mengerjakan latihan,guru menanyakan mengerti atau tidak siswa dengan materi yang telah diberikan. Lalu guru menjelaskan kembali tentang materi tersebut.

Sikap siswa saat guru memberikan materi pembelajaran antusias, tenang dan bisa memberikan feedback atas pertanyaan- pertanyaaan yang diberikan oleh guru. Pada proses pembelajaran terjadinya komunikasi dua arah antara siswa dengan guru berupa tanya jawab dengan siswa,dan siswa mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan dari guru agar tidak terjadi keributan dalam menjawab pertanyaan dari guru.

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab soal per banjar. Jadi, dalam tiap banjar ada seorang siswa yang diberikan kesempatan untuk menjawab soal. Siswa yang telah menjawab, tidak diberi kesempatan untuk menjawab lagi.jika tidak ada seorangpun yang bisa menjawab barulah siswa tadi diberi kesempatan untuk menjawab.

Pemberian latihan dilaksanakan guru saat Proses Belajar Mengajar (PBM) berlansung. Latihan diberikan oleh guru dengan cara mendiktekan soal atau menuliskan di papan tulis. Soal-soal yang diberikan berasal dari buku cetak dan guru. Setelah pemberian latihan beberapa siswa yang ditunjuk secara bergiliran oleh guru menjawab soal-soal tersebut di papan tulis sedangkan siswa yang lain mengoreksi jawaban teman sebangkunya. Pekerjaan rumah diberikan guru setiap akhir pembelajaran .Guru memberikan soal-soal pekerjaan rumah berasal dari buku cetak. Format Pekerjaan rumah disusun sedemikian rupa sehingga orang tua siswa dapat melihat gambaran perkembangan siswa. Disana dicantumkan tanda tangan  siswa,tanda tangan orang tua, tanda tangan guru,nilai.

Untuk kelas VII.1 dilakukan pada :

Hari                              : Selasa

Tanggal                        : 18  November 2008

Materi yang dipelajari   : Perkalian, pemangkatan dan pembagian

aljabar suku tunggal

  • Kelas VII.1

.Pada awal pembelajaran, guru memberikan tes awal berupa tanya jawab untuk mengingatkan siswa tentang materi sebelumnya yang masih berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.

Kondisi saat terjadi pembelajaran tenang. Guru menerangkan pelajaran dan siswa mendengarkan pelajaran dengan antusias. Guru menanyakan suatu permasalahan, yaitu membandingkan antara 2 hal,dan diantara 2 hal tersebut manakah yang benar. Pada saat pemberian latihan, siswa dengan semangat mengerjakan tugas  latihannya. Setelah  siswa mengerjakan latihan,guru menanyakan mengerti atau tidak siswa dengan materi yang telah diberikan. Lalu guru menjelaskan kembali tentang materi tersebut.

Sikap siswa saat guru memberikan materi pembelajaran antusias, tenang dan bisa memberikan feedback atas pertanyaan- pertanyaaan yang diberikan oleh guru. Pada proses pembelajaran terjadinya komunikasi dua arah antara siswa dengan guru berupa tanya jawab dengan siswa,dan siswa mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan dari guru agar tidak terjadi keributan dalam menjawab pertanyaan dari guru.

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab soal per banjar. Jadi, dalam tiap banjar ada seorang siswa yang diberikan kesempatan untuk menjawab soal. Siswa yang telah menjawab, tidak diberi kesempatan untuk menjawab lagi.jika tidak ada seorang pun yang bisa menjawab barulah siswa tadi diberi kesempatan untuk menjawab.

Pemberian latihan dilaksanakan guru saat Proses Belajar Mengajar (PBM) berlansung. Latihan diberikan oleh guru dengan cara mendiktekan soal atau menuliskan di papan tulis. Soal-soal yang diberikan berasal dari buku cetak dan guru. Setelah pemberian latihan beberapa siswa yang ditunjuk secara bergiliran oleh guru menjawab soal-soal tersebut di papan tulis sedangkan siswa yang lain mengoreksi jawaban teman sebangkunya. Pekerjaan rumah diberikan guru setiap akhir pembelajaran .Guru memberikan soal-soal pekerjaan rumah berasal dari buku cetak. Format Pekerjaan rumah disusun sedemikian rupa sehingga orang tua siswa dapat melihat gambaran perkembangan siswa. Disana dicantumkan tanda tangan  siswa,tanda tangan orang tua, tanda tangan guru,nilai.

b. Wawancara dengan Guru

Wawancara dengan guru dilakukan pada :

Hari                              : Senin

Tanggal                        : 3  November 2008

  1. Bagaimana guru merencanakan dan mempersiapkan evaluasi terhadap pembelajaran matematika?

Perencanaan evaluasi disiapkan guru melalui RPP dimana pada RPP tersebut telah tersedia soal- soal untuk PR dan UH. Selain itu juga dibuat soal remedial 2 buah soal untuk setiap UH dan soal pengayaan bagi siswa yang sudah tuntas nilai UHnya.

  1. Seperti apakah bentuk evaluasi pembelajaran matematika yang diberikan guru kepada siswa?

Pada proses belajar mengajar bentuk evaluasi yang diberikan guru mencakup teknik tes dan non tes.

Teknik tes ada yang berupa PR, latihan

  1. Apakah bentuk evaluasi yang digunakan bervariasi yang disesuaikan dengan materi atau terpaku pada satu bentuk evaluasi saja?

Evaluasi yang digunakan berupa tes tertulis berbentuk uraian, tanya jawab. Evaluasi  yang digunakan dalam setiap materi sama.

  1. Apakah guru mengadakan tes awal, kuis, tes diagnostik, tes akhir, tes formatif, tes lisan?

Guru mengadakan tes diagnostik (tes awal ) berupa tes lisan dengan cara  tanya jawab dengan siswa mengenai materi yang telah dipelajari dan materi yang akan dipelajari.

Guru melakukan tes akhir berupa tes lisan dengan cara  tanya jawab dengan siswa mengenai materi yang telah dipelajari.

Akan tetapi guru tidak melakukan /mengadakan kuis dan tes formatif dalam pembelajaran.

  1. Bagaimana suasana kelas pada saat diadakan evaluasi?

Suasana sat terjadinya evaluasi tenang, serius dan penuh konsentrasi dalam menjawab soal.

  1. Seperti apa format penilaian yang diberikan guru dari evaluasi yang diterapkan kepada siswa?

Penilaian yang diterapkan oleh guru ada 2 yaitu:

–   penilaian internal    : Dilakukan oleh guru di sekolah. Penilaian internal ini ada 7 macam:

    1. unjuk kerja

penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam sesuatu (lebih pada tes tertulis). Contoh : praktek di labor

    1. produk/membuat sesuatu/ menghasilkan sesuatu

penilaian baik itu terhadap proses pembuatan /kualitas produk. Contoh : penilaian kemampuan, membuat produk teknologi dan seni

    1. penugasan/penilaian proyek

kegiatan penilaian terhadap suatu tugas tertentu yang harus di selesaikan dalam periode atau waktu tertentu. Berisi tentang investigasi (perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.

    1. penilaian tertulis

tes tertulis dimana soal yang diberikan kepada siswa berupa tulisan.

    1. Portofolio

Penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan peserta didik dalam suatu periode tertentu.

    1. Penilaian sikap

penilaian sikap terdiri  dari

–         sikap terhadap materi

–         sikap terhadap Guru

–         sikap terhadap proses pembelajaran

–         sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran.

    1. Penilaian diri

suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu

–   penilaian ekternal    : penilaian yang dilakukan oleh dinas. Contoh :UAN, UAS, UTS.

c. Wawancara dengan siswa

Wawancara dengan siswa dilakukan pada :

Hari                              : Senin

Tanggal                        : 18  November 2008

  • Kelas VII.2

a)      Delianty Yulike

–         Bagaimana bentuk soal yang biasa diberikan guru saat ujian?

Biasanya guru memberikan soal berupa soal uraian dan tanya jawab lisan dalam proses pembelajaran

–         Bagaimana pengaruh dilaksanakannya ujian terhadap motivasi belajarmu?

Dengan adanya ujian yang diberikan oleh guru saya termotivasi untuk belajar dan meningkatkan pemahaman saya. Sehingga saya dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.

–         Bentuk soal seperti apa yang kamu sukai dan tidak sukai?

Bentuk soal yang saya sukai adalah tes berbentuk uraian dan yang tidak saya sukai adalah tes berupa objektif karena soal objektif itu membingungkan dan membuat saya ragu dalam menjawab soal.

–         Apakah kamu merasa kesulitan terhadap bentuk soal yang biasa diberikan guru?

Tidak.karena saya menyukai tes uraian yang diberikan guru.

–         Apakah kamu bekerjasama dengan temanmu dalam mengerjakan soal ujian?

Pada saat terjadinya ujian, saya tidak bekerjasama dengan teman yang lain. Karena saya takut dimarahi.

–         Apakah hasil ujian diberitahu oleh gurumu?

Hasil ujian diiberitahu oleh guru, sehingga saya mengetahui apakah saya melakukan remedial atau tidak.

–         Bagaimana reaksimu terhadap hasil ujian yang kamu peroleh?

Saya sangat gembira, jika hasil ujian saya bagus dan saya akan merasa sedih jika ujian saya jelek dan harus melakukan remedial.

b)      Boy Indra Sanjaya

–         Bagaimana bentuk soal yang biasa diberikan guru saat ujian?

Biasanya guru memberikan soal berupa soal uraian dan tanya jawab lisan dalam proses pembelajaran

–          Bagaimana pengaruh dilaksanakannya ujian terhadap motivasi belajarmu?

Dengan adanya ujian yang diberikan oleh guru saya termotivasi untuk belajar dan meningkatkan pemahaman saya. Sehingga saya dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.

–          Bentuk soal seperti apa yang kamu sukai dan tidak sukai?

Bentuk ujian yang saya sukai adalah tes berbentuk uraian dan ujian tidak saya sukai adalah tes berupa objektif karena soal objektif itu membingungkan dan membuat saya ragu dalam menjawab soal.

–          Apakah kamu merasa kesulitan terhadap bentuk soal yang biasa diberikan guru?

Tidak.karena saya menyukai tes uraian yang diberikan guru.

–         Apakah kamu bekerjasama dengan temanmu dalam mengerjakan soal ujian?

Pada saat terjadinya ujian, saya tidak bekerjasama dengan teman yang lain. Lebih baik saya mengerjakannya sendiri . malah teman saya yang suka menyontek.

–         Apakah hasil ujian diberitahu oleh gurumu?

Hasil ujian diberitahu oleh guru, sehingga saya mengetahui apakah saya melakukan remedial atau tidak.

–         Bagaimana reaksimu terhadap hasil ujian yang kamu peroleh?

Saya sangat gembira, jika hasil ujian saya bagus dan saya akan merasa sedih jika ujian saya jelek dan harus melakukan remedial.

  • kelas VII.1

–         candra

–         Bagaimana bentuk soal yang biasa diberikan guru saat ujian?

Biasanya guru memberikan soal berupa soal uraian dan tanya jawab lisan dalam proses pembelajaran

–         Bagaimana pengaruh dilaksanakannya ujian terhadap motivasi belajarmu?

Dengan adanya ujian yang diberikan oleh guru saya  biasa saja.

–         Bentuk soal seperti apa yang kamu sukai dan tidak sukai?

Bentuk ujian yang saya sukai adalah tes  tanya jawab dan dijawab di tempat duduk saja.

–          Apakah kamu merasa kesulitan terhadap bentuk soal yang biasa diberikan guru?

Ya. Saya tidak suka jika guru menunjuk saya untuk mengerjakan tes tersebut di papan tulis.

–         Apakah kamu bekerjasama dengan temanmu dalam mengerjakan soal ujian?

Pada saat terjadinya ujian, saya kadang- kadang bekerjasama dengan teman yang lain.

–          Apakah hasil ujian diberitahu oleh gurumu?

Hasil ujian diberitahu oleh guru, sehingga saya mengetahui apakah saya melakukan remedial atau tidak.

–         Bagaimana reaksimu terhadap hasil ujian yang kamu peroleh?

Saya sangat gembira, jika hasil ujian saya bagus dan saya akan merasa biasa saja jika ujian saya jelek dan harus melakukan remedial.

–         Muhammad Fajri

–         Bagaimana bentuk soal yang biasa diberikan guru saat ujian?

Biasanya guru memberikan soal berupa soal uraian dan tanya

jawab lisan dalam proses pembelajaran

– Bagaimana pengaruh dilaksanakannya ujian terhadap motivasi belajarmu?

Dengan adanya ujian yang diberikan oleh guru saya termotivasi untuk belajar dan meningkatkan pemahaman saya. Sehingga saya dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.

–         Bentuk soal seperti apa yang kamu sukai dan tidak sukai?

Bentuk ujian yang saya sukai adalah tes lisan dan uraian dan ujian tidak saya sukai adalah tes berupa objektif karena soal objektif itu membingungkan dan membuat saya ragu dalam menjawab soal.

–         Apakah kamu merasa kesulitan terhadap bentuk soal yang biasa diberikan guru?

Ya. Saya kesulitan dalam menjawab. karena kadang- kadang guru tidak memberi petunjuk dalam mengerjakan soal.

–         Apakah kamu bekerjasama dengan temanmu dalam mengerjakan soal ujian?

Pada saat terjadinya ujian, saya tidak bekerjasama dengan teman yang lain. Lebih baik saya mengerjakannya sendiri

–         Apakah hasil ujian diberitahu oleh gurumu?

Hasil ujian diinformasikan oleh guru, tapi kadang- kadang tidak diinformasikan. Sehingga saya mengetahui apakah saya melakukan remedial atau tidak.

–          Bagaimana reaksimu terhadap hasil ujian yang kamu peroleh?

Saya sangat gembira, jika hasil ujian saya bagus dan saya akan merasa sedih jika ujian saya jelek dan harus melakukan remedial.

–         Melinda

–         Bagaimana bentuk soal yang biasa diberikan guru saat ujian?

Biasanya guru memberikan soal berupa soal uraian dan tanya jawab lisan dalam proses pembelajaran

– Bagaimana pengaruh dilaksanakannya ujian terhadap motivasi belajarmu?

Dengan adanya ujian yang diberikan oleh guru saya termotivasi untuk belajar dan meningkatkan pemahaman saya. Sehingga saya dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.

-Bentuk soal seperti apa yang kamu sukai dan tidak sukai?

Bentuk ujian yang saya sukai adalah tes tanya jawab dan mengerjakannya di papan tulis dan

–         Apakah kamu merasa kesulitan terhadap bentuk soal yang biasa diberikan guru?

Ya .karena saya lebih menyukai guru memberikan pertanyaan dan jawabannya kita tulis di depan tulis.

–         Apakah kamu bekerjasama dengan temanmu dalam mengerjakan soal ujian?

Pada saat terjadinya ujian, saya tidak bekerjasama dengan teman yang lain. Lebih baik saya mengerjakannya sendiri .

–         Apakah hasil ujian diberitahu oleh gurumu?

Hasil ujian diberitahu oleh guru, sehingga saya mengetahui apakah saya melakukan remedial atau tidak.

–         Bagaimana reaksimu terhadap hasil ujian yang kamu peroleh?

Saya sangat gembira, jika hasil ujian saya bagus dan saya akan merasa sedih jika ujian saya jelek dan harus melakukan remedial.

  1. II. Pengamatan Tidak Langsung

Pengamatan tidak langsung berupa analisis dokumen : Terlampir.

BAB IV

PEMBAHASAN

Sebelum menyajikan materi pelajaran di kelas, guru terlebih dahulu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai pedoman selama berlangsungnya Proses Belajar Mengajar (PBM). PBM ini erat kaitannya dengan evaluasi, evaluasi tidak akan berlangsung tanpa didahului oleh PBM. Dengan kata lain, evaluasi bila dilaksanakan setelah PBM berlangsung beberapa waktu.

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, PBM di SMPN 3 Padang lebih terpusat pada guru mengawali proses belajar mengajar dengan metode ceramah kemudian memberikan contoh soal dan latihan. Selama PBM berlangsung, siswa  memperhatikan pelajaran yang diberikan guru di depan kelas.

  1. A. Makna, Tujuan dan Fungsi Evaluasi
    1. a. Makna evaluasi

Evaluasi tentunya mempunyai makna bagi berbagai pihak, antara lain :

1) Bagi siswa

Berdasarkan hasil wawancara kami dengan beberapa orang siswa di SMP 3 Padang,kami dapat mengambil beberapa kesimpulan bahwa  sebagian siswa menjadikan hasil evaluasi sebagai umpan balik(feed back) terhadap proses belajar yang telah dilakukannya selama ini.Tetapi sebagian siswa menganggap hasil evaluasi hanya merupakan suatu prosedur pendidikan yang harus ia jalani sehingga apapun hasil evaluasi yang ia peroleh tidak mempengaruhi proses belajarnya dimasa yang akan datang.

Berdasarkan hasil pengamatan kami ketika melakukan observasi di SMP 3 Padang , tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas VII.1 dan VII.2 mengenai hasil evaluasi dan pengaruhnya terhadap proses belajarnya dimasa yang akan datang. Baik siswa VII.1 maupun siswa VII.2 umumnya menganggap evaluasi  merupakan sesuatu yang penting bagi kemajuan proses belajar mereka karena dengan adanya evaluasi siswa dapat :

  • Mengetahui kekuatan-kekuatan maupun kelemahan-kelemahan di waktu yang lampau ,sehingga kelemahan-kelemahannya dapat diperbaiki dan kekuatan-kekuatannya dapat ditingkatkan
  • Lebih bersemangat dan bergairah dalam belajar
  • Mengetahui apakah ia belajar sesuai dengan kemampuannya
  • Mengetahui apakah ia telah mempelajari apa yang seharusnya ia pelajari dan dalam mempelajarinya itu apakah telah menggunakan cara-cara yang tepat.

2) Bagi guru

Adapun makna evaluasi bagi guru yang mengajar di SMP 3 Padang adalah:

  • Keadaan Siswa

Setelah melaksanakan evaluasi, guru dapat mengetahui sampai sejauh mana siswa memahami materi yang diajarkan.  Jika masih ada siswa yang belum menguasai materi pelajaran, guru dapat melakukan tindak lanjut evaluasi, yaitu melaksanakan perbaikan atau pengayaan belajar siswa (remedial).  Hal ini sudah dilaksanakan di SMP 3 Padang.  Siswa-siswa yang nilainya masih di bawah SKBM, mengikuti remedial sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan mereka yang telah diajarkan. Terdapat perbedaan antara kelas VII.1 dan VII.2 dalam banyak siswa yang mengikuti remedial. Siswa VII.1 lebih banyak mengikuti remedial dari pada siswa VII.2.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru remedial dilaksanakan diluar jam pelajaran. Setiap menjelang dilaksanakan remedial, materi harus diulang sedikit. Hal ini mengingat ketercapaian materi sampai akhir pembelajaran. Tujuan remedial ini adalah agar tercapainya indikator. Kisi-kisi soal remedial sama dengan soal ulangan harian tetapi tingkat kesukaran soal remedial lebih mudah dari soal uiangan harian. .

  • Keadaan Materi Pelajaran

Berdasarkan hasil evaluasi, dapat diambil kesimpulam bahwa keadaan materi pelajaran di kelas VII.1 belum tersampaikan dengan baik. Hal ini disebabkan karena guru harus menuntaskan materi pelajaran di kelas VII1. sedangkan di kelas VII.2 dapat dikatakan sudah tersampaikan dengan baik.

  • Keadaan Metode Pengajaran

Berdasarkan hasil evaluasi ,dapat ditarik kesimpulan metode pengajaran yang diterapkan oleh guru dapat dikatakan sudah tepat hanya saja untuk kelas VII.2  perlu ditingkatkan lagi.

3) Bagi pembimbing/penyuluh sekolah

Berdasarkan hasil pengamatan,guru dan pembimbing saling bekerja sama . Guru memberikan informasi mengenai siswa berdasarkan hasil evaluasi yang di peroleh kemudian pembimbing menentukan perlu atau tidak dilakukan bimbingan atau penyuluhan. Bagi siswa yang dianggap memiliki masalah dalam belajar akan diberikan bimbingan dan penyuluhan. Bimbingan dan penyuluhan dilakukan dengan berbicara lansung dengan siswa yang bersangkutan atau berkonsultasi dengan orang tua siswa.

4) Bagi orang tua

Di SMPN 3 Padang komunikasi orang tua dengan guru berjalan dengan baik. Khususnya pada pelajaran matematika. kumunikasi guru dan orangtua secara tidak lansung dihubungkan dengan adanya pemberian pekerjaan rumah. Guru meminta murid memeriksakan tugas mereka kepada orang tua sebelum dikumpul yang dibuktikan dengan adanya tanda tangan orang tua pada pekerjaan rumah mereka. Sehingga mereka dapat mengetahui perkembangan anak mereka melalui pekerjaan tersebut. Orang tua juga dapat melihat batas materi pelajaran. Secara keseluruhan hasil belajar siswa dapat dilihat melalui raport hasil belajar siswa yang diberikan secara berkala.

  1. B. Jenis-jenis Evaluasi
    1. a. Evaluasi Formatif

UH ini dilakukan Untuk mengetahui sejauh mana siswa telah terbentuk setelah mengikuti sesuatu program tertentu Pada pembelajaran matematika di SMPN3 Padang, guru biasanya memberikan tes berupa ulangan harian (UH)  di akhir satuan pelajaran. Pengadaan di kelas VII1 dan VII2. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada pengadaan UH didua kelas ini, hanya saja soal-soal pada kelas VII1 lebih susah dari pada soal pada kelas VII2.  Soal-soal diberikan berupa soal uraian yang terdiri dari 7 soal.

Perencanaan penilaian disiapkan guru melalui RPP dimana pada RPP tersebut telah tersedia soal-soal untuk PR dan UH. Siswa di anggap berhasil (tuntas) apabila nilai mereka mencapai nilai ketuntasan untuk setiap satuan pelajaran yang didapat dengan cara memperhitungkan kompleksitas,daya dukung dari sekolah serta intak dari siswa. Jika siswa tidak mencapai nilai ketuntasan yang telah ditentukan, guru akan memberikan remedial. Soal remedial terdiri dari 2 buah soal untuk setiap UH. Bagi siswa yang tuntas, guru memberikan soal pengayaan. Soal-soal remedial dan soal-pengayaan juga direncanakan dalam RPP.

  1. b. Evaluasi diagnostik

Evaluasi diagnostik bertujuan mendiagnosis kesulitan belajar siswa untuk mengupayakan perbaikannya. Pada pelajaran matematika di SMPN 3 Padang, guru memberikan tes diagnostik ketika berlangsung dan mengakhiri pelajaran matematika. Pemberian tes diagnostik dilakukan dengan lisan yaitu guru menanyakan pada siswa tentang materi sebelumnya. Penilaian terhadap tes diagnostik dilakukan guru dengan cara membandingkan berapa banyak siswa yang mengacungkan tangan dengan siswa yang tidak mengacungkan tangan. Guru membandingkan tiap baris tempat duduk siswa, sehingga guru dapat mengetahui siswa – siswa yang tidak paham terhadap materi. Dari penilaian tersebut guru dapat mencari solusinya.

Pemberian tes diagnostik di kelas VII1 dan VII2 tidak terdapat perbedaan yang signifikan tetapi di kelas VII2 siswa yang tidak paham terhadap materi lebih banyak daripada siswa kelas VII1.

  1. c. Evaluasi Subsumatif/Sumatif

Untuk menilai sejauh mana siswa telah terbentuk setelah menyelesaikan sesuatu satuan pelajaran tertentu (Evaluasi Subsumatif) dan setelah menyelesaikan satuan program tertentu (Evaluasi Sumatif) Pada pembelajaran matematika di SMPN3 Padang, guru memberikan Evaluasi sub sumatif berupa Ujian Tengah Semester (UTS) dan Evaluasi Sumatif berupa Ujian Akhir Semester (UAS). Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Evaluasi ini merupakan evaluasi external dimana soal-soal yang diberikan oleh DIKNAS, sehingga soal-soal serta pelaksanaan ujian sama dengan sekolah-sekolah negeri lainnya di kota Padang. Soal-soal yang diberikan berupa soal objektif.

Bagi siswa yang memiliki nilai di bawah SKBM, maka di adakan remedial setelah ujian Mid Semester.  Apabila remedial dilaksanakan dalam jam pelajaran di kelas, maka bagi siswa yang memiliki nilai memenuhi SKBK akan diberikan pengayaan.

Setelah diadakan tes sumatif, setiap guru pelajaran mengolah nilai-nilai siswa sebagai hasil belajarnya selama satu semester.  Nilai-nilai siswa tersebut ditulis dalam daftar nilai (contoh daftar nilai terlampir) yang kemudian di serahkan kepada wali kelas untuk pengisian nilai rapor (contoh bentuk rapor terlampir). Dari laporan inilah orang tua siswa dapat mengetahui hasil belajar anaknya selama satu semester.

  1. d. Evaluasi Kokurikuler

Jenis kegiatan kokurikuler yang diberikan oleh guru di SMPN 3 Padang berupa latihan, pekerjaan rumah. Tugas-tugas ini diberikan agar siswa lebih memahami pelajaran yang baru saja diberikan saat jam tatap muka di kelas.

Teknik pemberian dan penilaian latihan yang diterapkan oleh Ibu Dra. Hj. Nofrianti Lubis di kelas VII1 sama dengan kelas VII.2.Terdapat berbedaan ketika siswa mengerjakan latihan. Di kelas VII1 terlihat siswa lebih cendrung mencoba menyelesaikan soal tersebut  sendiri-sendiri terlebih dahulu,ketika mereka menemukan kesulitan baru mereka mendiskusikannya dengan teman sebangku mereka atau bertanya pada guru. Pada saat guru menyuruh mereka menjawab soal di papan tulis siswa terlihat antusias untuk menyelesaikan soal-soal tersebut .Berbeda dengan kelas VII.2. Pada saat mengerjakan latihan siswa lansung berdiskusi dengan teman sebangku mereka sehingga suasana kelas sedikit ribut,dan ketika guru menyuruh siswa mengerjakan soal di papan tulis hanya sedikit siswa yang berpartipasi.

Pemberian latihan dengan teknik ini tidak menghabiskan banyak waktu. Apalagi ketika guru memberikan soal latihan dengan cara mendiktekan atau menuliskan di papan tulis, guru memberikan penekanan terhadap soal-soal, sehingga materi yang disampaikan tidak mudah lupa dalam ingatan siswa. Tetapi terdapat kekurangan dalam teknik ini ketika siswa mengerjakan latihan. Terdapat beberapa siswa yang hanya menyalin jawaban temannya saja.

format pekerjaan rumah yang disusun oleh Ibu Dra. Hj. Nofrianti Lubis dapat memberi gambaran kepada orang tua mengenai perkembangan belajar anak mereka.

  1. C. Jenis – jenis instrumen evaluasi
    1. Tes

Jenis tes yang sering digunakan oleh guru matematika di SMPN 3 Padang adalah

  • o Tes tertulis

a)      Tes tertulis bentuk uraian

Tes tertulis bentuk uraian digunakan pada saat kuis, ulangan harian, remedial, pengayaan. Melalui tes tertulis bentuk essay guru secara tidak langsung dapat melihat pemahaman siswa terhadap materi yang diujikan dari cara memecahkan atau menyelesaikan tiap soal.

b)      Tes tertulis bentuk objektif

Tes tertulis bentuk objektif digunakan pada saat ujian tengah semester dan ujian akhir semester, karena materi yang diujikan terdiri dari materi yang diajarkan setengah semester (UTS) dan materi selama satu semester (UAS).

  • Tes lisan

Tes lisan dilakukan ketika pemberian tes diagnostik diawal dan diakhir pelajaran. Pada tes ini diperlukan jawaban singkat dari siswa dan tidak dibutuhkan penggunaan bahasa yang baku.

  • Tes tindakan

Tes tindakan diberikan guru dengan cara pemberian perintah atau tugas yang harus dilaksanakan oleh siswa. Dapat dilakukan ketika proses belajar mengajar berlangsung (perintah mengerjakan latihan) dan di luar proses belajar mengajar (perintah mengerjakan PR dan tugas proyek).

  1. D. Teknis Pelaksanaan Evaluasi

Pelaksanaan evaluasi di SMPN 3 Padang yaitu :

a)      Tes tertulis

Tes tertulis bentuk uraian dilakukan dengan cara:

  • Kadang – kadang dilaksanakan setiap akhir satuan pelajaran ( Ulangan Harian).
  • Posisi duduk siswa tetap seperti saat belajar
  • Di kelas VII 1 jumlah soal 6 butir, di kelas VII 2 jumlah soal 8 butir
  • Soal di berikan oleh guru di setiap kelas berbeda tetapi kisi – kisi soalnya sama.
  • Buku catatan, latihan, buku pegangan tidak di kumpul saat ujian berlangsung.

Dapat di tarik kesimpulan pelaksanaan evaluasi pelajaran matematika di kelas VII 1 dan VII 2 sesuai dengan teori.

Tes tertulis bentuk objektif diberikan dengan cara:

  • Dilaksanakan setiap tengah atau akhir semester
  • Posisi duduk sesuai dengan nomor ujian
  • Jumlah soal sama setiap kelas (30 butir)
  • Soal dibuat oleh DIKNAS
  • Siswa dilarang membawa segala yang berhubungan dengan pelajaran matematika kecuali peralatan tulis untuk ujian

Dapat ditarik kesimpulan pelaksanaan evaluasi pelajaran matematika di kelas VII 1 dan VII 2 sesuai dengan teori.

b)      Tes lisan

  • Tes lisan di laksanakan di awal, saat, akhir proses belajar mengajar.
  • Posisi duduk siswa tetap seperti saat belajar
  • Setiap soal yang diajukan belum ditetapkan jawaban betulnya
  • Setiap diberi soal siswa langsung menjawab dengan jawaban singkat
  • Tes menyimpang menjadi diskusi
  • Guru memberikan bantuan atau membimbing
  • Tes lisan berlangsung tanpa ada tekanan dari guru
  • Tes diberikan pada siswa secara acak sehingga tidak semua siswa diberikan tes
  • Pertanyaan bervariasi
  • Tes berlangsung secara klasikal

Dapat ditarik kesimpulan pelaksanaan evaluasi pelajaran matematika di kelas VII 1 dan VII 2 tidak sesuai dengan teori

c)      Tes tindakan

  • Cara yang ditempuh oleh peserta tes diamati oleh guru
  • Guru memberikan tekanan terhadap soal – soal yang penting sehingga mempengaruhi siswa
  • Guru tidak mempersiapkan lembar penilaian yang berisi hal – hal yang diamati tetapi hanya mempersiapkan lembar penilaian yang berisi nilai yang diperoleh siswa.

Dapat ditarik kesimpulan pelaksanaan evaluasi pelajaran matematika di kelas VII 1 dan VII 2 tidak sesuai dengan teori.

  1. E. Penilaian Terhadap aspek – aspek evaluasi

Untuk menentukan nilai dari tiap aspek evaluasi guru di SMPN 3 Padang memiliki pedoman yang ditetapkan sekolah SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimal) ditentukan oleh sekolah masing – masing berdasarkan rapat guru mata pelajaran.

Penilaian dilakukan terhadap tugas (latihan, PR), ulangan harian, tengah dan akhir semester. Aspek – aspek penilaian terdiri dari :

  • Pemahaman konsep (PK) / A

Pemahaman konsep diperoleh dengan cara:

PK =

Ket:  P =

R = UHS

Q = Rata-Rata Tugas

  • Penalaran komunikasi (B)

Dilakukan dengan cara menguji siswa berupa tanya jawab saat proses belajar mengajar berlangsung.Dapat diperoleh dengan cara:

  • Pemecahan masalah (C)

Melihat keterampilan siswa dalam memecahkan suatu masalah yang diberikan

Aspek-aspek inilah yang nantinya dicantumkan dalam buku rapor siswa.

BAB V

PENUTUP

  1. A. Kesimpulan
    1. Dari hasil observasi yang penulis lakukan di SMP N 3 Padang dalam pelaksanaan evaluasi di kelas VII.1 dan VII.2 terdapat persamaan cara pelaksanaan dan teknik evaluasi yang diadakan pada masing-masing kelas.
    2. Dalam pelaksanaan observasi terdapat perbedaan antara VII1 dan VII2. pada kelas VII1 siswa terlihat lebih mudah menyerap materi pelajaran. Tapi dalam keaktifan siswa VII2 lebih aktif.
    3. Teknik pelaksanaan evaluasi yang dilakukan di SMP N 3 Padang secara umum sesuai dengan teori.
  2. B. Saran
    1. Sebaiknya guru juga mengadakan evaluasi nontes seperti pengamatan dan wawancara.  Karena kemampuan ataupun hasil belajar siswa tidak selalu dapat diukur melalui tes.
    2. Untuk masa yang akan datang, pelaksanaan evaluasi lebih ditingkatkan lagi.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2001 . Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan . Jakarta: Bumi Aksara.

Bahri, Jdamarah . 2000. Guru dan Anak Didik. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Nurkancana, Wayan. 1983. EvaluasiPendidikan. Surabaya : Usaha Nasional.

Siverius, Suke. 1991. Evaluasi Hasil Belajar dan Umpan Balik. Jakarta : PT Grasindo.

Sudijono, Anas. 1998. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Thoha, Chabib. 1990. Teknik Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s