INTELIGENSI

  1. 1. Pengertian Inteligensi

Dari beberapa pengertian inteligensi dari para ahli maka dapat disimpulkan bahwa inteligensi merupakan kemampuan untuk memperoleh informasi berfikir abstrak, menalar serta bertindak secara efektif dan efesien.

  1. 2. Perkembangan Intelektual Pada Masa Remaja.

Pada priode remaja inteligensi berkembang semakin berkualitas dengan bertambahnya kemampuan remaja untuk menganalisis dan memikirkan hal-hal yang abstrak, akibatnya remaja semakin kritis dan dapat berfikir dengan baik.

Sebagai akibat remaja telah mampu berfikir secara abstrak dan hipotesis maka pola pikir remaja menunjukkan kekhususan sebagai berikut:

    1. timbul kesadaran berfikir tentang berbagagi kemungkinan tentang dirinya.
    2. mulai memikirkan banyangan tentang dirinya pada masa yang akan datang.
    3. mampu memahami norma dan nilai-nilai yang berlaku dilingkungan.
    4. bersikap kritis terhadap berbagai masalah yang dihadapi.
    5. mampu manggunakan teori-teori dan ilmu pengetahuan yang dimiliki.
    6. dapat mengasimilasikan fakta-fakta baru dan fakta-faka lama.
    7. dapat membedakan mana yang penting dan mana yang tidak penting.
    8. mampu mengambil manfaat dari pengalaman.
    9. makin berkembangnya rasa toleransi terhada orang lain yang berbeda pendapat dengannya.
    10. mulai mampu berfikir tentang masalah yang tidak kongkrit, seperti pilihan pekerjaan, kelanjutan studi, dan perkawinan.
    11. mulai memiliki pertimbangan-pertimbangan yang rasional.
  1. 3. Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Inteligensi
  1. faktor pembawaan genetik

tingkat kecerdasan seseorang dipengaruhi oleh faktor  genetik, namun yang cendrung mempengaruhi tinggi atau rendah tingkat kecerdasan anak, tergantung faktor gen mana ayah atau ibu yang terjadi pada saat terjadinya “ konsepsi” individu. Teori konvergensi mengemukasn bahwa  kecerdasam seorang anak telah dibahwa sejak lahir namum semua itu tidak akan berkembang secara optimal tanpa pendidikan dan latihan dari lingkungan.

  1. faktor gizi

perkembangan intekigensi baik dari segi kuantitas dan kualitas tidak terlepas dari faktor gizi. Kuat atau lemahnya fungsi inteligensi juga di penggaruhi oleh faktor gizi.

  1. faktor kematanggan

perkembangan intekigensi dipengaruhi oleh faktor kematangan organ inteligensi itu sendiri. Menurut piaget bahwa semakin bertambahnya  usia seseorang maka inteligensi makin berfungsi secara sempurna, ini berarti faktor kematangan mempenggaruhi struktur inteligensi. Semakin umur seseorang maka semakin cermat ia dalam menganalisis persoalan dan didukung oleh penggalaman-penggalaman hidupnya. Jadi perkembangan inteligensi disini tidak lagi dilihat dari segi kuantitas dasn strukturnya, tetapi  lebih dari sei kuaslitas yaitu kemempuan menganalisis [memecahkan suatu permasaslahan yang rumit] dengan baik.

  1. faktor pembentukan

pendidkan dan latihan yang bersifat kognitif dapat memberikan sumbangan terhadap fungsi inteligensi seseorang. Seperti pemberian fasilitas belajar dan sarana bermain yang memadai.

  1. kebebasan psikologis

perlu dikembangkan kebebasan psikologis pada anak agar inteligensinya berkembang dengan baik. Orang tua atau orang dewasa yang biasas mendikte, menggatur membatasi anak untuk berfikir mengakibatkan inteligensi anak tidak berkembang dengan baik,teutama aspek kreativitasnya. Sebaliknya, anak yang memiliki kebebasan untuk berpendapat, tanpa di sertai rasa takut dan cemas, dapat merangsang berkembangannya kreativitas dan pola fikir.

Andi mappire[1982] menggemukan tiga faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan inteligensi remaja, yaitu:

1)      bertambahnya informasi yang disimpan [dalam otak] seseorang sehingga ia mampu berfikir secara selektif.

2)      Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah sehingga seseorang  dapat berfikir proporsional.

3)      Adanya kebebasan berfikir, menimbulkan keberanian dalam meyusun hipoteasis yang radikal dan menunjang keberanian anak memecahkan masalah dan menarik kesimpulan yang baru dan benar.

  1. 4. Klasifikasi Inteligensi

Traf kecerdasan masing-masing individu tidak sama, ada yang rendah, sedang, dan ada yang tergolong tinggi. Perbedaan itu telah ada sejak lahir namun perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Untuk memperjelas klasifikasi intelejensi, berikut ini dikemukakan pengklsifikasian menurut BINET dan WAIS-R sebagai berikut :

IQ Persentasa klasifikasi
160-169 0.03 Sangat superior
150-159 0.20
140-149 1.10
130-139 3.10 Superior
120-129 8.20
110-119 18.10 Rata-rata tinggi
100-109 23.50 Rata-rata normal
90-99 23.00
80-89 14.50 Rata-rata rendah
70-79 5.60 Batas lemah
60-69 2.00 Lemah mental
50-59 0.40
40-49 0.20
30-39 0.03

Tabel distribusi IQ kelompok standarisasi tes BINET.

IQ Persentase Klasifikasi
Teoritis Sampel
≥ 130 Sangat superior
120-129 6.7 6.9 superior
110-119 16.1 16.6 Di atas rata-rata
90-109 50.0 49.1 Rata-rata
80-89 16.1 16.1 Di bawah rata-rata
70-79 6.7 6.4 Batas lemah
≤ 69 s2.2 2.3 Lemah mental

Tabel persentase IQ untuk sampel standarisasi WAIS-R

  1. 5. Pengaruh Tingkat Kecerdasan Terhadap Keberhasilan Belajar

Bicara masalah hasil belajar tentu takkan pernah bisa di pisahkan dari tinggi rendahnya inteligensi,masalahnya inteligensi menyumbangkan sedikit banyaknya terhadap hasil belajar.

Ada beberapa faktor lain yang berpengaruh tehadap hasil belajar antara lain, sebagai berikut :

  1. Internal
  • Fisik
    • Panca indera
    • Kondisi fisik umum
  • psikoogis
    • variabel non kognitif

ü      minat

ü      motivasi

ü      kepribadian

  • kemampuan kognitif

ü      kemampuan khusus [bakat]

ü      kemampuan umum [inteligensi]

  1. Eksternal
  • Fisik
    • Kondisi tempat belajar

ü      Sarana dan perlengkapan belajar

ü      Materi pelajaran

ü      Kondisi lingkungan belajar

  • psikologis
    • dukungan sosial
    • pengaruh budaya

Dari beberapa faktor di aas banyak yang mempengaruhi hasil belajar, salah satunya inteligensi. Seperti telah dipaparkan sebelumnya inteligensi memiliki pengaruh yang sengat signifikan terhadap hasil belajar. Menurut anastasi dan willerman menyatakan bahwa “setiap keiatan yang euntut prestasi, baik prestasi belajar,prestasi kerja, olahraga, seni dan sebagainya inteligensi memegang peranan yang sangat penting.”

Hasil penelitian menyebutkan adanya korelasi antara hasil belajar dan inteligensi adalah ebesar 30 persen sampai 80 persen. Bila diambil rata-ratanya maka sekitar 50 persen.sebenarnya banyak pendapat para ahli mengenai hubungan hasil belajar dengan inteligensi tapi tidak bisa kami bahas pada saat ini karena keterbatasan kemampuan.

  1. 6. Usaha Orang Tua Dan Guru Dalam Perkembangan Inteligensi Remaja

Inteligensi tidak dapat berkembang dengan sempurna  tanpa adanya perlakuan dari lingkungannya. Oleh karena itu keluarga dan sekolah mempunyai peranan penting dalam menggembangkan kecerdasan anak. Adapun yang dapat mereka lakukan adalah sebagai berikit :

  1. dalam proses belajar mengajar hendaknya orang tua dan guru lebih mengutamakan proses dari hasil.
  2. Menggunakan metode pembelajaran yang dapat mengembanggkan kemampuan berfikir.
  3. Menyediakan fasilitas yang memadai untuk menumbuh kembangkan taraf kecerdasan anak.
  4. Memberikan tugas sekolah dengan berbagai macam metode yang dapat merangsang dan mengembangkan daya fikir.

Perkembangan intelektual

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah

perkembangan peserta didik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s